titian langkah terseok menapaki tapak
perjalanan ini.
redup gugusan
gemintang menjalar tiada henti.
ketika
aku lari dari nyata.
hai malam……..
kala engkau merasa lelah,
menepilah…..
agar aku mampu merasakan nikmat
keheningan perasaan itu..
biarkan mata tetap terjaga dalam beku
dingin bumi yang tua,
agar kumampu
menjaga perasaan ini
tilas_tilas akan menjadi memory dalam
sejarah yang berkarat cerita yang
mengalir mungkin telahpun buram dan berdebu lapuk seiring waktu
melipat masa,
dalam senandung kabut malam yang
mengantarkan engkau
keperaduanmu….
aku mintakan kepadamu jangan
meratap pada gelapnya….
biarkanlah
ia lebur bersama gundah yang merajai
hati sang malam,
titipkan padanya sepenggal rasa cinta
yang tertinggal dan malam akan segera merapat dipenghujung hari
setelah ia mengarungi perjalanan
yang panjang…
senandung sungai kembali mengalir
kukidungkan lagu keabadian ini
untukmu semoga engkau terlelap
dalam malam yang semkin tua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar